ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Kita, adalah Indonesia. Seiring dengan beredarnya BC di Sosmed tentang pertanyaan kontribusi pemerintah RI dlm bantuan Kemanusiaan di Myanmar sebagaimana postingan oleh Sdr Azzam Mujahid Izzulhaq, maka Saya,Program Director PKPU, memberikan penjelasan sbb :
1. Bahwa Benar, Pemerintah RI telah membangun 4 sekolah di Rakhine & 2 sekolah kontribusi masyarakat Indonesia melalui PKPU Human Initiative
2. Bahwa Benar, pemerintah telah mengirimkan 10 kontainer bantuan makanan ke Rakhine Myanmar karena sy ikut menyaksikan dlm serah terima bantuan & pendistribusiannya ke camp Rohingya di Rakhine
3. Semua bantuan yg telah dilakukan PKPU sdh menjadi satu dalam AKIM, aliansi masyarakat dan pemerintah utk misi bantuan kemanusiaan utk membangun perdamaian antara komunitas di Rakhine, Myanmar.
4. AKIM merupakan kolaborasi Masyarakat Indonesia dg Pemerintah. Jadi bagi kami/ PKPU yg muncul adalah Merah Putih. Bukan lagi siapa dg siapa. Tetapi mjd satu dalam misi Indonesia utk Kemanusiaan di Myanmar. Kolaborasi ini sangat diperlukan utk mengoptimalkan akses dan bantuan kepada komunitas Rohingya & Rakhine di Myanmar.
5. Kolaborasi dalam AKIM ini adalah kolaborasi unik dlm bantuan kemanusiaan shg banyak mendapatkan apresiasi dari para pihak di dunia kemanusiaan
6. Menurut sy bukanlah yg bijak membenturkan keadaan seperti ini. Bukan memberikan solusi, tetapi seakan memecah kekuatan yg telah dijalin antar potensi Bangsa dlm kesertaan berkontribusi utk kemanusiaan.
Semoga bermanfaat dan tetap solid utk kemanusiaan.
Pernyataan diatas berasal dari Tomy Hendrajati, Program Director PKPU dan Komite AKIM. Hal ini adalah bentuk Respon dari postingan Azzam Mujahid Izzulhaq yang mempertanyakan klaim pemerintah soal bantuan kemanusiaan dan pendirian Sekolah di Myanmar.
“(Pemerintah, disambungkan dari statement sebelumnya yg mengklaim telah membantu obat-obatan sebanyak 10 kontainer) telah membangun sekolah di Rakhine State dan akan segera membangun rumah sakit pada bulan Oktober yg akan datang”, ujar Presiden Republik Indonesia di Istana Merdeka, Minggu (3/9). Benarkah pemerintah membangun sekolah di Rohingya (Rakhine State)? Ternyata, sekolah yg diresmikan pada Januari 2017 itu terletak di Desa La Ma Chae dan Desa Thet Kay Pyia Ywar Ma. Sekolah-sekolah ini dibangun dari hasil sumbangan kemanusiaan masyarakat Indonesia yg dikoordinasi oleh Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU),…. Dst
Benar kata pak Tomy Hendrajati, Program Director PKPU, bahwa tidak bijak membenturkan keadaan seperti ini. Bukan memberikan solusi, tetapi seakan memecah kekuatan yg telah dijalin antar potensi Bangsa dlm kesertaan berkontribusi untuk kemanusiaan. Walaupun dari pihak pemerintah seharusnya juga mengapresiasi lembaga dan orang yang sudah memberikan kontribusi mendukung terwujudnya kebaikan-kebaikan dari dan unt
uk Indonesia.
ngelmu
0 Response to "Pernyataan Direktur Program PKPU Tentang Klaim Pemerintah Atas Bantuan Untuk Rohingya"
Posting Komentar